BloggerrKu

Cangkir Yang Cantik

Posted by Yohanes on Senin, 04 April 2011 , under | komentar (0)



Ada seorang pengrajin melempar tanah liat yang sangat kotor

dan sangat lah tak berharga di Sebagian Mata orang. Ia memutar - mutar tanah liat itu dan tanah itu berkata aku pusing, aku mau berhenti. Tetapi kata pengrajin TIDAK.
Lalu pengrajin itu menonjok dan meninju tanah liat itu, lalu tanah itu berkata, sudahlah, hentikan aku tidak tahan lagi, tetapi kata pengrajin itu TIDAK.
Bahkan yang lebih buruk lagi, tanah itu dimasukan ke dalam perapian. Dan akhirnya pengrajin itu mengangkat tanah liat itu yang sudah berbentuk cangkir dan membiarkan cangkir itu sampai dingin. lalu tanah itu berkata, akhirnya selesai juga penderitaan itu. Tetapi belum, ternyata pengrajin itu membawa cangkir itu ke seorang pengrajin lain untuk dicat, lalu pengrajin cat itu mulai mencat cangkir tersebut. Bau catnya sangat tidak enak, sangatlah tersiksa rasanya, stop, stop, jerit cangkir itu, tetapi pengrajin cat itu tidak menghiraukan jeritan cangkir tersebut. Lalu setelah pengecatan selesai, pengrajin cat itu membawa cangkir tersebut ke pengrajin yang lain, disana cangkir itu kembali dipanaskan, didinginkan, dan dipanaskan lagi secara berulang - ulang. Cangkir itu merintih - rintih kesakitan, iya menangis dan berteriak - teriak minta tolong, tetapi tidak ada yang menghiraukannya. Lalu, akhirnya cangkir itu pun didinginkan, setelah cangkir itu mulai dingin, cangkir itu pun melihat dirinya di cermin, cangkir itu sangatlah terkejut melihat dirinya itu dan tidak percaya, dihadapannya, berdiri sebuah cangkir yang sangat indah dan cantik, dan itu adalah dirinya. Semua penderitaan dan sakit cangkir itu hilang saat ia melihat dirinya itu.

Sepeti itulah Allah membentuk kita. Pada saat Allah membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata yang harus di teteskan. Tetapi inilah cara satu - satu nya untuk kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaannya.

Kasih Sayang Seorang Ibu

Posted by Yohanes on , under | komentar (0)



Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu. 
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.

Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan. 
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.

Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang. 
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.

Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna. 
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan.

Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah. 
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.

Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah. 
Sebagai balasannya, kau berteriak."NGGAK MAU!!"

Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola. 
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.

Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim. 
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.

Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus bahasamu. 
Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.

Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun. 
Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.

Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop. 
Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.

Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa. 
Sebagai balasannya, kau tunggu sampai dia di keluar rumah.

Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya. 
Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.

Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan. 
Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya. 


Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja dan ingin memelukMu. Sebagai balasannya kau kunci pintu kamarMu.

Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya. Sebagai balasannya kau pakai mobilnya jika ada kesempatan tanpa memikirkan kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting, sebagai balasannya kau pakai telpon semalaman.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu melihat kau lulus SMA, sebagai balasannya kau berpesta dengan teman mu sampai larut malam

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar kuliah mu dan mengantar kau ke kampus pada hari pertama, sebagai balasannya kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman teman mu.

Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, "dari mana saja seharian??". Sebagai balasannya kau menjawab "ah, Ibu cerewet banget sih pengin tau urusan orang lain aja".

Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. sebagai balasannya, kau katakan, "aku tidak ingin seperti Ibu".

Saat kau berumur 22 tahun, dia memeluk mu dengan haru saat kau lulus kuliah. sebagai balasannya kau berkata, kapan aku bisa berliburan ke luar negri.

Saat kau berumur 23 tahun, dia memberikan 1 set furniture untuk rumah baru mu, sebagai balasannya, kau menceritakan betapa jeleknya furniture yang dibelikannya itu.

Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunangan mu, dan menanyakan tentang soal masa depan. sebagai gantinya kau mengeluh, "Bagaimana ibu ini, koq bertanya seperti itu".

Saat kau berumur 25 tahun, dia membantu membiayai pernikahan kamu, sebagai balasannya kau pindah ke kota lain yang jaraknya 500Km.

Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan nasihat bagaimana merawat bayi mu, sebagai balesannya kau katakan padanya, "Bu sekarang jamannya sudah berbeda"

Saat kau berumur 40 tahun, dia menelpon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabatnya, sebagai balasannya kau jawab " Bu, saya sibuk sekali, tidak ada waktu"

Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit sakitan sehingga memerlukan perawatanmu. sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagai palu godam.

JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANG MU LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI DAN JIKA BELIAU SUDAH TIADA, INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU.

The Winner and The Looser

Posted by Yohanes on , under | komentar (0)



Seekor kelinci sedang duduk santai di tepi jalan, Tiba tiba datang se-ekor rubah jantan besar yang hendak memangsanya, lalu kelinci berkata, "Jika kamu berani, ayo kita bertarung didalam lubang kelinci, yang kalah akan menjadi santapan yang menang, dan saya yakin pasti menang".
Sang Rubah pun merasa tertantang, rubah itu pun berkata, "Dimanapun jadi, masa sih kelinci seperti mu bisa menang melawan aku". Mereka pun masuk kedalam sarang kelinci, dan sepuluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam paha rubah dan melahapnya dengan nikmat.
Sang kelinci kembali bersantai, Tiba tiba datang se-ekor serigala yang hendak memangsanya, lalu kelinci itu pun kembali berkata, "Jika kamu berani, ayo kita bertarung didalam lubang kelinci, yang kalah akan menjadi santapan yang menang, dan saya yakin pasti menang". Dan Serigala pun tertantang, mereka pun masuk ke dalam sarang kelinci. Lima Belas menit kemudian keluar lah kelinci tersebut dengan membawa paha Serigala dan melahapnya dengan nikmat.
Sang kelinci pun kembali bersantai - santai sambil menikmati hari yang menjelang sore, tiba tiba se-ekor beruang datang dan hendak memangsanya, kelinci pun berkata "Jika kamu berani, ayo kita bertarung didalam lubang kelinci, yang kalah akan menjadi santapan yang menang, dan saya yakin pasti menang". Beruang pun merasa tertantang, dan mereka pun masuk kedalam sarang kelinci. Dua puluh menit kemudian kelinci tersebut keluar dengan membawa paha beruang dan melahapnya dengan nikmat.
Matahari mulai tenggelam, dan hari pun sudah mulai gelap. Habis sudah waktu untuk bersantai santai, sang kelinci melongok ke dalam lubang nya tersebut, sambil melambai lambai ia berkata "Hai, keluarlah hari sudah mulai gelap besok kita teruskan kembali.
Lalu keluar lah se-ekor Singa Jantan yang sangat besar badannya, sambil menguap ia berkata "Kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang dan saya pun tidak perlu berlari kesana kemari.
Dari cerita di atas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa setiap kita perlulah bekerja sama, The Winner adalah seorang yang selalu berfikir mengenai kerjasama, sementara The Looser adalah seseorang yang selalu berfikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya, ia selalu mementingkan dirinya, dan merasa diri nya paling hebat, sehingga ia terus menerus memandang rendah lawannya, tanpa mengetahui kemampuan dari lawannya tersebut.
Untuk membentuk ikatan persahabatan dan persaudaraan harus lah ada kerendahan hati dan keikhlasan untuk bekerja sama, meskipun dengan seseorang yang kelihatannya tidak lebih baik dari kita.